Search This Blog

> Belajar Matematika dan Sains Menyenangkan

Saturday, January 8, 2022

Percikan Warna-warni Cantik Kembang Api

 

Halo, Teman-teman. Selamat Tahun Baru 2022! ^^

Masih awal bulan Januari, suasananya masih berasa tahun baru, ya! Berbicara soal tahun baru, ada yang tidak pernah ketinggalan di momen tutup dan buka tahun. Apa ya, kira-kira?

Iyes, betul sekali! KEMBANG API. Yang membuat suasana meriah, yang bikin melankolis, yang bikin romantis dan hangat. Uuuuu..

 


 

Nah, sekian tahun dan berulang kali menikmati kembang api, apakah teman-teman tahu cara kerja kembang api? Apa yang menjadikan kembang api indah, dan berwarna-warni?

Kembang api sangat berhubungan dengan ledakan, hanya saja, menggunakan bahan peledak yang berdaya rendah dan dirancang sedemikian rupa agar menghasilkan cahaya yang berwarna-warni, serta efek-efek yang menjadikan kembang api semakin tampak indah.

Hasil ledakan dari kembang api yang bisa kita rasakan berupa suara, cahaya, asap dan yang paling menghibur adalah taburan serbuk bintang yang berkilauan.

 

Cara Kerja Kembang Api

Kembang api menggunakan bahan peledak yang berdaya ledak ringan, seperti belerang atau hidrokarbon padat. Bahan peledak ini dicampur dengan serbuk bintang, lalu dimasukkan ke dalam selongsong kertas yang diberi sumbu. Apabila sumbu dibakar, api akan membakar bahan peledak, lalu kembang api melesat ke udara dan terjadilah ledakan. Selanjutnya, ledakan itu akan membakar serbuk bintang dan bahan pewarna yang apabila terbakar akan menghasilkan percikan api bercahaya dan berjurai-jurai yang indah berwarna-warni.

 

Warna-warni Kembang Api

Warna-warni yang dihasilkan dari ledakan kembang api itu sendiri berasal dari senyawa-senyawa yang dimasukkan dalam serbuk bintang. Tiap warna yang dihasilkan membutuhkan senyawa yang berbeda-beda.

Misal senyawa logam tembaga (Cu) untuk warna biru, Stronsium (Sr) dan garam litium untuk warna merah, Barium (Ba) untuk warna hijau, Natrium (Na) untuk warna kuning, dan lain-lain.

 

Untuk kembang api yang digunakan pada acara-acara besar, biasanya ledakannya dibuat berkali-kali. Kembang api yang semacam itu, pewarnaannya dibuat berlapis. Caranya: bahan peledak dicampur dengan senyawa logam tembaga untuk warna biru, lalu dilapisi dengan bahan peledak yang dicampur dengan Stronsium untuk warna merah, dan seterusnya jika ingin banyak lapisan. Kembang api berlapis ini, jika dibakar sumbunya akan meledakkan lapisan pertama, lalu akan membakar sumbu lapisan kedua, mengakibatkan ledakan, lanjut membakar sumbu lapisan ketiga dan seterusnya. Jika ingin ledakan susulan sedikit lebih lama, sumbu dibuat lebih panjang supaya waktu ledakan mempunyai jeda yang diinginkan.

Selain kembang api dengan ledakan berlapis, ada juga yang sekali meledak langsung berwarna-warni. Untuk kembang api semacam ini hanya membutuhkan satu bahan peledak tapi dicampur dengan pewarna yang bermacam-macam. Jika meledak, warna yang dihasilkan akan beragam.

Selain senyawa logam yang memberi warna-warni indah pada kembang api, ada juga yang digunakan untuk memperindah tampilan kembang api, misal untuk memberi efek kilatan perak, kerlap-kerlip, asap yang berwarna-warni, dan lain-lain.

 

 
Foto oleh Kuananta Astra, sudah pernah diikutkan lomba foto sains.

 

Ada kembang api besar yang mewah, ada juga kembang api sederhana yang aman dimainkan anak-anak. Sudah pernah menyalakannya, kan? Iyes, kembang api stik, namanya.

Kembang api ini bisa juga dibuat sendiri, lho. Selain cara pembuatannya yang cukup sederhana, bahan-bahan yang digunakan pun mudah didapatkan, bisa dibeli di toko bahan kimia atau berbelanja secara online.

Berikut bahan yang digunakan untuk membuat kembang api stik:

  • 6 gram serbuk besi baja
  • 1 gram belerang/ sulfur
  • 1 gram serbuk arang dari kayu/ charcoal
  • 9 gram serbuk sedawa (potasium nitrat)
  • Kawat tali
  • 10 cc lem kayu

Cara membuatnya:

  1. Haluskan dan campurkan serbuk besi baja, belerang, serbuk charcoal dan serbuk sedawa.
  2. Siapkan wadah plastik yang telah di isi dengan lem kayu.
  3. Celupkan kawat ke lem kayu, lalu celupkan ke campuran bahan-bahan yang telah dihaluskan tadi.
  4. Angkat dan tunggulah sampai kering.
  5. Bakar ujung stik yang telah dilapisi campuran, untuk menyalakan kembang api.

Tips menyalakan kembang api: jangan gunakan pemantik untuk membakar kembang api untuk menghindari luka bakar. Akan lebih baik jika menggunakan lilin supaya ada jarak ketika terjadi percikan.

Nah, teman-teman, jadi tahu kan bagaimana terjadinya warna-warni indah kembang api di angkasa. Dan, kita bisa mencoba sendiri membuat kembang api stik untuk dimainkan bersama keluarga.

Salam hangat..

 

Referensi:

sainskimia.com, Thohari Anwar, 2016. Ilmu Kimia dalam Warna Kembang Api.

pinterpandai.com, 2019. Kembang Api - Pengertian, Dampak, Bahan Kimia, Pembuatan, Warna.

ciptaantangan.com. Cara Membuat Kembang Api Murah dan Sederhana.

Wednesday, January 5, 2022

Sepatu Merah Muda

 

Cerita dan ilustrasi dibuat oleh Kuananta Estella


Warnanya merah muda. Di bagian depannya terdapat hiasan berupa pita kecil. Sepatu itu dipajang di etalase. Kenga menyukai sepatu itu sejak pertama kali melihatnya. “Bentuknya sederhana, tetapi terlihat sangat cantik,” pikir Kenga.

Kenga adalah seekor kanguru kecil yang ceria. Kenga tinggal bersama Kak Kiki, Ibu, dan ayahnya di kota Austeria.

Saat itu, Kenga sedang berbelanja pakaian bersama Kak Kiki, ketika dia melihat sepatu merah muda di sebuah toko. Setelah berhasil membujuk kakaknya, Kenga diizinkan masuk ke toko tersebut untuk melihat-lihat sepatu. Sepatu-sepatu di toko itu dikelompokkan sesuai modelnya, lalu diberi tanda harga dan diskon. Ada yang harganya Rp. 150.000,00 diskon tiga puluh persen. Lalu, ada juga yang seharga Rp. 200.000,00 diskon lima puluh persen.

“Tiga puluh perseratus dikali seratus lima puluh ribu sama dengan empat puluh lima ribu,” gumam Kenga sambil memperhatikan papan-papan harga yang dia lewati.

Kak Kiki yang mengajarinya metode ini. Dulu Kenga sulit memahami persentase, tetapi setelah terbiasa menghitung harga beserta diskonnya, dia dapat menghitung hasilnya dengan cepat. Bahkan setelah berhasil, dia tidak dapat menghentikan kebiasaannya menghitung harga-harga produk yang didiskon.

“Selamat datang, mau mencari sepatu dengan model apa?” tanya Bu Lala Koala, pemilik toko tersebut.

“Saya mau mencoba sepatu yang dipajang di etalase,” jawab Kenga dengan sopan.

Sepatu itu terasa pas dan cocok di kaki Kenga. Sangat nyaman waktu dicoba untuk melompat. Tapi ternyata, harga sepatu itu sangat mahal.

“Harganya Rp. 290.000,00 dengan diskon dua puluh persen. Apakah kamu tetap ingin membelinya?” tanya Kak Kiki kepada Kenga yang sedang mengagumi sepatu itu.

“Dua puluh perseratus dikali dua ratus sembilan puluh ribu sama dengan lima puluh delapan ribu. Jadi, yang harus aku bayar dua ratus sembilan puluh ribu dikurangi lima puluh delapan ribu ya, Kak?” Kenga berkata pada kakaknya sambil tetap menghitung.

“Betul, Kenga. Hasilnya Rp. 232.000,00,” sahut Kak Kiki.

“Mmm… sepertinya aku harus menabung dulu, semoga kalau uangnya sudah cukup, sepatunya belum terjual,” kata Kenga kepada kakaknya.

Kenga keluar dari toko sepatu dengan kecewa. Sesampainya di rumah dia tidak bisa berhenti berpikir, bagaimana dia bisa mendapatkan uang sebesar Rp. 232.000,00. Akhirnya, karena tidak mendapatkan ide, Kenga bertanya kepada kakaknya.

 

Kira-kira apa yang akan dilakukan Kenga untuk mendapatkan uang sebanyak itu demi membeli sepatu merah muda? Apakah akhirnya dia bisa memilikinya?

***BERSAMBUNG, DONG…

 

Cerita di atas adalah salah satu dongeng yang ditulis anak saya, Estella. Bersama kawan-kawannya di komunitas menulis yang dimentori Kak Wulan Mulya Pratiwi dan Bubu Dian Nofitasari, terbitlah buku antologi dongeng matematika ini.

Isinya hitung-hitungan, gitu? Males, ah!

Eits, jangan salah! Namanya juga dongeng. Pasti isinya cerita-cerita yang seru dan penuh imajinasi. Tapi, dongeng yang ini mengandung tema matematika, yang tentu saja dikisahkan dengan menarik. Jadi nggak berasa, nih, sambil asyik baca dongeng, tau-tau ngerti tentang persentase, tentang pecahan, bangun ruang, sudut, dan banyak tema lainnya.

 


Kayak begini nih, kavernya. Lucu kan, belum lagi isinya.

Ada 33 cerita dengan 18 tema, yang ditulis oleh 33 anak. Tema yang dipilih kira-kira cocok untuk usia SD, bisa dari kelas satu sampai kelas enam. Tapi, karena bentuknya dongeng, materi yang biasanya diterima anak besar, bisa juga dong dinikmati anak kecil. 😍

 


 

Nah, ini sudah pre order yang kedua kalinya. Yuk, yang berminat seru-seruan baca dongeng sambil belajar matematika, bisa DM ke fb: Octa Berlina Mahendrata atau IG: @octaberlinaocta atau fb: Pustaka Gesang atau IG: @pustakagesang. 

Ditunggu sampai tanggal 14 Januari aja…  

 Semangat belajar matematika.. ^^

Saturday, December 25, 2021

Kelap-Kelip Pohon Terang

Ipang dan Bapa-Ibunya sedang berlibur ke rumah Kakek Theo, di Salatiga. Dia sangat senang bisa berkumpul bersama keluarga besarnya untuk merayakan ulang tahun Kakek Theo yang hampir bersamaan dengan hari Natal.

Sore itu, Ipang dan kedua sepupunya, Marin dan Edo, sedang menghias sebuah pohon cemara kecil di depan rumah Kakek Theo. Suli, adik Marin menghampiri mereka, kemudian menyerahkan sebuah kotak kardus.

“Ini lampu-lampunya, Kak. Dipasang juga ya, supaya pohonnya terang,” kata Suli.

“Oke siap!” Ipang menerima kotak yang berisi tiga rangkaian lampu yang berwarna-warni.

“Cek dulu lampunya, Pang! Sudah lama tidak dipakai, mungkin ada yang mati,” kata Paman Uki dari dalam rumah.

Ipang bergegas membawa rangkaian lampu itu untuk dinyalakan.

Rangkaian pertama, cek, oke, menyala semua.

Rangkaian kedua, cek, oke, menyala semua juga.

Rangkaian ketiga, cek, sip, tidak ada yang mati.

Ipang segera membawa kotak lampu keluar lagi untuk dipasang melingkar-lingkar sebagai hiasan pohon cemara.

Pohon Terang, begitu Suli menyebutnya, karena lampu-lampu yang menghiasi pohon cemara itu menerangi kegelapan di sekitarnya.

Matahari sudah meredup, semua berkumpul di teras rumah Kakek Theo sambil bercengkerama, ketika Paman Uki berkata pada Ipang, Marin, dan Edo, “Kalian tahu tak, kalau tiga rangkaian lampu yang kita pasang itu, waktu nyalanya berbeda-beda?”

Semua mendengarkan.

“Tapi, ada saat ketika ketiganya menyala bersamaan,” lanjut Paman Uki. “Ada yang tahu kapan ketiga rangkaian menyala bersamaan?”

“Mmmm… sebentar, sepertinya aku tahu! Semester lalu aku belajar tentang itu, tapi…,” Ipang berpikir sebentar, lalu melanjutkan, “aku lupa karena sempat ketiduran di kelas.”

Sontak semua meneriaki Ipang, “Huuuuu…”

“Aku tahu!” ganti Edo berteriak. “Kita bisa menghitungnya dengan KPK.”

“Oiya, betul!” sahut Ipang.

“Bagaimana caranya?” ganti Marin bertanya.

Paman Uki mengambil selembar kertas dan pensil, lalu mulai membuat coretan-coretan sambil menjelaskan.

“Pertama-tama, cek dulu waktu nyala masing-masing lampu.

  • Lampu 1 menyala tiap 6 detik.
  • Lampu 2 menyala tiap 10 detik.
  • Lampu 3 menyala tiap 15 detik.

Setelah itu, cari masing-masing faktor primanya. Faktor prima adalah faktor-faktor suatu bilangan yang merupakan bilangan prima. Untuk tiga bilangan itu, ini faktor primanya:

  • 6 = 2 x 3
  • 10 = 2 x 5
  • 15 = 3 x 5

 

Kalau sudah ketemu, baru cari KPK-nya. Ada yang ingat apa itu KPK?”

“Kelipatan Persekutuan Terkecil,” jawab Edo.

“Betul sekali, Edo! Selain KPK ada juga saudaranya, FPB, Faktor Persekutuan Terbesar. Tapi tak kita pakai hari ini, ” tukas Paman Uki sambil mengerlingkan mata kanannya. “Nah, ini dia cara untuk mendapatkan KPK: dari faktor prima tiga bilangan tersebut, diambil semua nilai yang berlainan, masing-masing satu, dan pangkatnya paling kecil. Setelah itu dikalikan. Coba, hasilnya berapa, Pang?” tanya Paman Uki.

“Jadi KPK-nya 2 x 3 x 5 = 30,” jawab Ipang.

“Seratus buat Ipang!” seru Paman Uki sambil mengacungkan ibu jarinya. “Jadi lampu akan menyala secara bersamaan setiap 30 detik sekali. Yuk, sekarang kita coba amati bersama!”

Ipang, Marin dan Edo mengamati sambil menghitung waktunya. “28, 29, 30… Nyala!” seru mereka bertiga bersamaan.

Dan ketiga rangkaian lampu itu menyala bersamaan. Terang sekali.

“Wah, keren. Jadi yang begini pun bisa kita ketahui dari hitung-hitungan, ya! Aku jadi mengerti sekarang kapan KPK digunakan untuk soal cerita di sekolah,” kata Ipang sambil tersenyum.

“Makanya, kalau sekolah jangan ketiduran melulu!” sahut Edo yang disambut gelak tawa keluarga besar Ipang.

 


 

 ***SELESAI***

 

Untuk semua yang hari ini merayakan Natal, Merry Christmas, ya…

 

Saturday, December 18, 2021

Kampanye #KejuAsliCheck dan 4 Alasan Kita Memilih Keju Kraft Cheddar

Ibu sedang membaca artikel tentang kampanye #KejuAsliCheck, ketika Mili mendekatinya, kemudian berkata, “Ibu, tadi Mili membeli kue terang bulan. Satu harganya tiga ribu rupiah. Mili membayar dengan uang lima ribuan, tapi kok kembaliannya tiga ribu, ya?”

“Oh, ya? Harusnya berapa?” tanya Ibu.

“Lima ribu dikurangi tiga ribu, jadinya dua ribu rupiah. Berarti Abang penjualnya rugi seribu, dong!” jawab Mili.

“Betul, Nak! Jadi kalau besok siang Si Abang datang lagi, Mili kembalikan kelebihannya… atau bagaimana?” pancing Ibu.

“Ya dikembalikan dong, Bu!” jawab Mili sambil tersenyum simpul.

Ibu mengacungkan ibu jarinya sambil mengelus kepala Mili gemas.

“By the way, Bu, kue terang bulan yang isinya keju itu nggak berasa keju, deh. Apa Si Abang tipu-tipu, ya? Bilangnya keju, padahal bukan,” kata Mili sambil memiringkan kepalanya.

“Eits, jangan berprasangka nggak baik, ah! Menurut Ibu, bukan Si Abang tipu-tipu. Betul kue terang bulan yang Mili pesan isinya keju, hanya saja keju yang dipakai Si Abang mungkin belum lolos kampanye #KejuAsliCheck. Salah satu alasannya ya, supaya harganya terjangkau buat dijual lagi,” jawab Ibu.

“Hah, apa itu kampanye #KejuAsliCheck?” tanya Mili bingung.

 

Langsung deh, Ibu pasang wajah mentor buat menjelaskan ke anak kesayangannya itu…

Para Ibu juga harus ngerti ini, nih… Kampanye #KejuAsliCheck:

  1. Memastikan keju pada urutan pertama komposisi (bukan air atau tepung). 
  2. Memiliki klaim nutrisi pada kemasan.

 


Mengapa harus tahu kampanye #KejuAsliCheck

Banyaknya keju cheddar di pasaran membuat para ibu kesulitan menentukan keju mana yang akan diolah untuk keluarga. Padahal keluarga, terutama buah hati tentu butuh asupan gizi yang jelas, bukan?

Tujuan kampanye #KejuAsliCheck ini untuk membantu para ibu memilih, manakah produk keju cheddar yang selain rasanya enak, tapi juga benar-benar mengandung keju, bukan air atau tepung. Selain itu tentu saja mengandung nutrisi yang baik untuk keluarga.

Nah, sejauh ini, Kraft Cheddar merupakan salah satu keju cheddar pilihan yang memenuhi standar kriteria kampanye #KejuAsliCheck tersebut. Inilah 4 alasan kita mengapa memilih keju Kraft Cheddar:

  1. Semua keunggulan Kraft Cheddar dapat dilihat di kemasannya, sehingga memudahkan kita, para ibu untuk menilai apakah ini keju yang sesuai dengan kampanye #KejuAsliCheck atau bukan, di tempat para ibu berbelanja, saat itu juga.
  2. Komposisi keju ada di urutan pertama. Jadi jelas dong, Kraft tidak berusaha mengganti kandungan keju dengan bahan air atau tepung. Dan bisa dipastikan kalau bahan utama Kraft Cheddar adalah keju asli New Zealand yang dilengkapi dengan nutrisi Calcimilk kaya kalsium, protein dan vitamin D.
  3. Rasa keju Kraft Cheddar lezat. Ada aroma dan gurih keju yag khas dan tanpa bahan perasa tambahan. 
  4. Meski harganya sedikit lebih tinggi dari keju-keju lain di pasaran, tapi masih sangat terjangkau di kantong para ibu. Apalagi jika dilihat dari keaslian dan kandungan nutrisinya.

 


“Begitu, Nak. Kalau mau dapat keju yang enak tapi tetap mengandung nutrisi yang baik, jangan lupa dengan kampanye #KejuAsliCheck. Jangan habis beli, sampai rumah nyesel karena nggak sesuai harapan,” jelas Ibu.

“Ooo… pantas keju yang Mili rasain tadi beda dengan keju yang biasa kita makan di rumah, Bu. Rupanya Ibu pakai Kraft Cheddar juga, ya? Enak, Bu. Mili suka,” kata Mili bersemangat.

“Betul itu! Nah, karena Ibu punya persediaan bahan-bahan untuk membuat kue terang bulan, dan tentu saja keju Kraft Cheddar, bagaimana kalau sekarang kita membuat kue terang bulan. Nanti Mili boleh taruh keju banyak-banyak di kue terang bulannya. Tapi, Mili bantu Ibu, ya!” ajak Ibu.

“Hhhhhhmmmm… enaknya! Iya, Bu. Mau!”

 

***SELESAI***

 

Friday, December 10, 2021

Mengenal Deret Fibonacci, Konsep Golden Ratio dan 5 Tampakannya

Halo, Teman-teman?

Apakah ada yang merasa familiar dengan istilah Deret Fibonacci? Kalau tidak salah, saya mengenalnya sewaktu duduk di bangku SMA. Dulu, dipakai untuk memudahkan perhitungan persamaan yang mengandung pangkat banyak.

“Waduh, pusing bahas istilah-istilah matematika! Sudah lupa! Bahas yang simpel-simpel aja dong, biar nggak males bacanya!” Ini seru suara hati saya…😆

Iyes, kali ini saya tidak akan membahas Deret Fibonacci dalam aplikasinya di perhitungan matematika. Tapi, saya akan menunjukkan beberapa tampakan Deret Fibonacci yang bisa kita lihat di sekitar kita. Tentu saja, sebelumnya kita harus mengenal dulu, apa itu Deret Fibonacci.

Deret Fibonacci adalah serangkaian deret angka sederhana yang susunan angkanya merupakan pernjumlahan dari dua angka sebelumnya.

0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, …

Susunan angka ini pertama kali digunakan oleh seorang ahli matematika dari India, bernama Gopala Chanda untuk membuat susunan barang-barang yang akan dimasukkan ke dalam kantong, agar distribusi bisa lebih efektif.

Kemudian, pada tahun 1170, Leonardo “Fibonacci” Da Pisa, seorang ahli matematika dari Italia mengembangkan deret ini untuk merumuskan sebuah model yang menggambarkan laju reproduksi kelinci yang dia amati. Deret tersebut kemudian dinamai Deret Fibonacci, seperti dituliskan di bukunya yang berjudul Liber Abaci.

Pada awalnya, Deret Fibonacci ini dianggap remeh oleh para ilmuwan. Sampai akhirnya pada abad ke-19, Eduard Lucas menyadari keunikan dari deret tersebut, dan mengkajinya lebih lanjut. Selanjutnya, Leonardo Da Vinci, seniman ternama pada waktu itu, menyebut perbandingan antara angka-angka dalam Deret Fibonacci sebagai “The Golden Ratio”.

Golden Ratio adalah perbandingan antara dua angka dalam Deret Fibonacci, yaitu bilangan di depannya dibagi bilangan sebelumnya, dimana akan dihasilkan nilai yang semakin mendekati 1,6. Dan pada deret ke-14, akan diperoleh nilai pasti yang kemudian disebuat dengan Golden Ratio dan dilambangkan dengan “phi”. Phi bernilai 1,618033…

Waduh, angka-angka lagi? Hehe.. angka tersebut nggak usah dihafal ya, biasanya untuk pengerjaan soal matematika, pasti diketahui. Ups, nggak bahas hitung-hitungan, ya… 😆

Nah, sekarang nih kita bahas apa sih keistimewaan dari Deret Fibonacci dengan Golden Ratio-nya.

Jika digambarkan, perhitungan Golden Ratio ini akan menghasilkan bentuk spiral yang disebut juga spiral logaritmik, yang ternyata banyak kita temui di sekitar kita.

Inilah 5 tampakan Deret Fibonacci dengan Golden Ratio-nya:

1. Di Alam

Deret Fibonacci bisa kita temukan di banyak makhluk hidup dan makhluk tak hidup di alam. Misalnya pada jumlah mahkota bunga yang senilai dengan salah satu bilangan Fibonacci: 1, 2, 3, 5, 8, dan lain-lain.

Selain itu, banyak ditemukan proporsi spiral Fibonacci yang kadang disebut juga spiral emas atau geometri sakral di banyak makhluk hidup yang menjelma menjadi ilusi optik, misalnya pola yang kita temukan di biji bunga matahari, cangkang hewan, tanduk kambing, ekor kuda laut, embrio manusia, dan masih banyak tampakan lainnya.

2. Pada Gejala Alam

Spiral Fibonacci juga bisa kita lihat di berbagai gejala alam, seperti ombak, badai, galaksi, dan lain-lain.

3. Di Bidang Seni

Leonardo Da Vinci menggunakan konsep Golden Ratio untuk membuat karyanya yang sangat terkenal, yaitu Monalisa.

Untuk selanjutnya, konsep ini sering digunakan para seniman lain untuk menghasilkan karya-karya besarnya.

4. Di Tubuh Manusia

Tubuh manusia yang dianggap proporsional di mata kita juga menggunakan konsep Golden Ratio. Yaitu, hasil dari perhitungan jarak kaki-pusar dibandingkan dengan jarak kepala-pusar = 1,6. Dan perhitungan untuk proporsi ideal laki-laki, lebar pinggang dibandingkan lebar pundak = 1,6.

5. Di Bidang Arsitektur

Konsep Golden Ratio digunakan untuk perhitungan bangunan kuil Yunani, Piramida Agung di Mesir, dan bebberapa bangunan besar lainnya. Dan konsep ini juga masih dipakai sampai sekarang.

 

Meski tampakan Deret Fibonacci dengan Golden Ratio-nya mewarnai kehidupan di muka bumi ini, tidak semua yang indah lalu harus dicocok-cocokkan dengan keunikan Deret Fibonacci ini, karena tidak semua struktur alam baik makhluk hidup dan tak hidup mengikuti konsep Golden Ratio.

Tapi, tidak dapat dipungkiri juga bahwa konsep Golden Ratio memang mampu menampakkan desain yang indah, teratur dan efisien. 

Wednesday, November 24, 2021

Blog Terbengkalai? Ini 3 Tips Supaya Serius Merawat Blog

Blog ini saya buat sudah lama sekali. Beberapa kali membuat blogpost, lalu lupa, tidak punya waktu, sok sibuk, jadi terabaikan, deh.
Sebetulnya selalu ingin bisa serius merawat blog, namun apa daya kalah dengan segudang kesibukan, salah satunya sibuk rebahan… ups!
Tapi, beberapa waktu lalu saya meniatkan diri untuk kembali menghidupkan blog terbengkalai saya, karena butuh wadah untuk menulis. Dari niat mewujudkan keseriusan menulis ini, saya mulai mencari-cari, bagaimana menjalankan blog yang sudah lama tidak dirawat, supaya membawa manfaat.
Dan lucky me, saya bertemu dengan Mbak Karunia Sylviany dan Mbak Malica Ahmad, yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia per-blogger-an. Melalui kelas yang diampu Mbak Nia ini, saya mendapatkan beberapa tips supaya serius merawat blog.

1. Tentukan Tujuan Membuat Blog
Adalah matematika dan sains yang membuat saya tertarik sejak sekolah dulu. Tertarik karena saya senang berhitung dan melakukan percobaan. Tertarik karena saya bisa menerapkan atau melihat fenomena matematika-sains dalam kehidupan sehari-hari, di sekitar kita. Tertarik karena saya tidak perlu banyak menghafal materi pelajaran yang terlalu textbook. Iyes, saya tidak pintar menghafal dan pelupa… hehe. Meski di dua ilmu pasti itu ada teori dan rumus yang harus dipelajari juga, saya lebih semangat dong.
Kesukaan itu yang ingin saya simpan di blog ini, sukur-sukur bisa membawa manfaat buat orang lain. Bahwa matematika dan sains itu tidak semenakutkan yang biasa didengar. Bahwa matematika dan sains itu bisa dipelajari dengan cara yang asyik.
Tujuannya agak muluk-muluk, tapi nggak apa kan, diusahakan tercapai saja. Semangat… ^^

2. Gunakan Blog Berdomain
Blog, bisa gratis, bisa berbayar. Saya memutuskan untuk menggunakan blog berdomain, berbayar, ya.
Mengapa blog berdomain? Berikut beberapa keuntungan punya blog berdomain:
> Untuk branding, supaya lebih dikenal sebagai apa dan siapa. Pilihan nama blog yang unik, akan lebih gampang diingat dan tentu saja lebih keren dong.
> Terlihat lebih profesional, membuat pembaca lebih percaya pada artikel yang kita tulis. Meskipun sebagai pembaca tetap harus berusaha menyaring informasi yang diterima, dan sebagai penulis tetap berusaha memberikan kebenaran.
> Semakin semangat menulis. Kalau sudah berbayar, mosok tidak dimanfaatkan? Sayang, kan uang emak terbuang sia-sia… hehehe. Sebagai penyemangat juga supaya saya tidak mengabaikan yang sudah diniati.
> Makin mudah masuk ke mesin pencarian. Konon, google akan lebih senang merekomendasikan artikel dari blog berdomain, sehingga saat ada yang mengetikkan kata kunci, artikel yang bersangkutan bisa mendapat urutan lebih atas.
> Lebih berpeluang menghasilkan uang, karena hampir semua klien mencari blog berdomain untuk mempromosikan jasa mereka. Selain itu lomba-lomba blog juga sebagian mensyaratkan blog Top Level Domain untuk bisa ikut di event mereka.

3. Konsisten Menulis
Dari kedua tips di atas, ini yang paling sulit. Menyediakan waktu khusus untuk menulis blogpost susah-susah gampang. Biasanya selalu saja ada alasan untuk menunda, entah tidak punya waktu, entah tidak ada ide, khusus emak, setrikaan menumpuk, nonton drakor, antar-jemput anak sekolah dan entah-entah yang lain.
Konon, para blogger selalu bilang, konsisten tidak harus langsung tiap hari. Buat seminggu sekali dulu. Nanti kalau sudah jadi kebiasaan, ditingkatkan lagi, dan seterusnya sampai bisa konsisten sehari sekali, ya. Kepinginnya..

Jadi, begitulah 3 tips yang bisa saya bagikan sementara ini. Harapan saya, saya pun jadi makin semangat merawat blog terbengkalai saya, supaya bisa membawa banyak manfaat ke depannya. Salim.. _/\_

Kacang Harapan

  Cring... dengan sekali ayun saja, Peri Biru berhasil membuat tanaman layu menjadi segar kembali. Cring cring... dua kali ayun, Peri Biru m...