Search This Blog

> Belajar Matematika dan Sains Menyenangkan

Saturday, October 31, 2026

Kue Keberuntungan


 

Mia menutup buku cerita yang baru selesai dibacanya. “Hmmm, kue keberuntungan, ya. Aku jadi ingin membuatnya, lalu akan kujual di acara pameran sekolah pekan depan. Pasti akan laris manis,” gumam Mia sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. “Aku ajak Ajeng juga ah, kayaknya lebih asyik membuat kue berdua.” Mia segera mencari ibunya dan berpamitan. “Bu, aku ke rumah Ajeng, ya.”

Mia menceritakan idenya pada Ajeng untuk menjual kue keberuntungan yang resepnya diperoleh dari buku cerita yang baru selesai dibacanya.

“Nanti kita masukkan sejumput harapan dan sehelai semangat supaya kue itu benar-benar manjur. Lalu secangkir coklat kasih sayang dan segenggam benih persahabatan supaya lebih melekat di hati anak-anak yang membelinya. Bagaimana? Seru sekali, kan!” Mia bersemangat sekali menceritakan rencananya.

Ajeng menanggapi dengan tidak kalah semangat, “Bagaimana kalau kita tambahkan taburan kata maaf, supaya mereka yang sedang bermusuhan bisa segera berbaikan?” usul Ajeng.

“Iya iya, seru sekali!” kata Mia senang. “Sekarang, ayo kita tanyakan bahan-bahan pokok pembuat kuenya pada Ibu Peri.”

Ajeng mengangguk, lalu berdua mereka menuju ke rumah Mia.

“Ibu Peri, kami memutuskan untuk membuat kue keberuntungan untuk pameran minggu depan. Ajari kami membuatnya ya, Ibu Peri,” rengek Mia.

Ibu yang sudah terbiasa dengan permainan peran Mia tersenyum geli melihat tingkah Mia dan Ajeng. Kemudian segera beranjak dari tempat duduknya, mengambil buku resep, lalu membacakannya.

“Ada tiga bahan dasar yang harus disiapkan.

·     Bahan A, terdiri dari ½ kg tepung terigu,  200 gram gula pasir, 3 butir telur.

·     Bahan B, terdiri dari 200 gram tepung terigu, 50 gram gula pasir, 1 butir telur.

·     Bahan C, terdiri dari 50 gram tepung terigu, 25 gram gula pasir, 1 butir telur.” Ibu menuliskan di selembar kertas, lalu menyerahkan pada Mia.

Mia membaca catatan Ibu, lalu berkata, “Supaya mudah menghitung bahan yang dibutuhkan, kita kelompokkan jenis yang sama:

·     Tepung terigu = ½ kg + 200 gram + 50 gram = 500 gram + 200 gram + 50 gram = 750 gram.

·     Gula pasir = 200 gram + 50 gram + 25 gram = 275 gram.

·     Telur = 3 + 1 + 1 = 5 butir.”

Satu jam kemudian, bau kue yang semerbak tercium dari dapur. Mia dan Ajeng sedang menghias kue-kue keberuntungan, ketika kakak Mia menghampiri mereka.

“Hmmm, harum sekali baunya, sepertinya enak. Kue apa ini?”

“Ini namanya Kue Keberuntungan, Kak. Rencananya kami akan berjualan di pameran sekolah pekan depan. Kakak mau mencicipi? Pasti nanti akan ada keberuntungan yang terjadi.” Ajeng menyodorkan piring dengan kue yang sudah ditata rapi.

“Oh, tentu saja aku mau. Dan karena ini Kue Keberuntungan, aku akan memberikan kalian… ini!” Kakak Mia mengeluarkan sepasang bando cantik berwarna biru muda lalu memberikannnya pada Mia dan Ajeng.

“Wah, cantik sekali, Kak. Terima kasih,” sambut Mia dan Ajeng bersamaan, lalu memeluk kakak Mia.

“Wah wah, benar-benar kue keberuntungan, ya. Lalu mana nih hadiah buat Ibu Peri?” sahut Ibu sambil membawa seloyang lagi kue yang baru saja matang.

Sambil menikmati kue keberuntungan, mereka tertawa-tawa menikmati permainan sandiwara sore itu.

 

**Selesai**

Kue Keberuntungan

  Mia menutup buku cerita yang baru selesai dibacanya. “Hmmm, kue keberuntungan, ya. Aku jadi ingin membuatnya, lalu akan kujual di acara pa...