Search This Blog

> Belajar Matematika dan Sains Menyenangkan

Thursday, April 30, 2026

Membuat Bingkai Foto

 


“Uh, dari tadi kok nggak bisa pas, sih,” Anis menggerutu sambil meremas kertas karton di depannya.

“Ada apa sih, Nis. Kok marah-marah sendiri gitu,” tegur Kak Ima sambil melongokkan kepalanya, melihat kamar Anis. “Astaga, apa salah kertas-kertas ini, kauremas-remas sampai tak berbentuk.”

Mendengar candaan Kak Ima, Anis meringis. “Ini, Kak. Aku mau bikin bingkai foto, tapi nggak bisa pas kanan, kiri, atas, dan bawahnya. Kata Bu Guru harus sebangun dengan fotonya.”

Ima mendekati adiknya. Dia bisa mengerti, karena adiknya yang super perfeksionis ini memang tidak bisa melihat barang yang dibuat dengan ukuran yang tidak presisi. Selalu ada yang mengganjal meski hanya ada beda sedikit.

“Coba mana fotomu?” tanya Kak Ima mencoba membantu.

Anis menunjukkan foto berukuran alas 16 cm dan tinggi 24 cm, lalu sebuah karton berbentuk persegi panjang. “Foto dan karton harus dibuat sebangun. Lebar karton di sebelah kiri, kanan, dan atas foto adalah 2 cm. Aku harus mencari lebar bagian bawahnya, supaya bisa sebangun.”

“Kamu tahu cara mengukur dua bangun yang sebangun, kan?” tanya Kak Ima.

“Iya, Kak. Ada dua bangun persegi panjang. Foto dan bingkai. Foto mempunyai alas 16 cm dan tinggi 24 cm. Sedangkan bingkai, setelah ditambah 2 cm di kiri dan kanannya, maka mempunyai alas (16 + 2 + 2) cm = 20 cm. Tinggal tingginya yang harus dicari. Untuk mendapatkan tinggi bingkai, supaya sebangun, maka: 

 

Selanjutnya dikali silang, menjadi:

Tinggi bingkai x 16 = 24 x 20

Tinggi bingkai = 480 / 16 = 30 cm.”

“Nah, kan. Itu sudah betul. Sekarang buat bingkai sesuai ukuran, lalu pelan-pelan saja waktu menempelnya. Ukur lagi, kiri, kanan, dan atas harus 2 cm.” Kak Ima membantu membuat ukuran yang tepat. “Nanti sisa lebar bagian bawah seharusnya jadi (30 – 24 – 2) = 4 cm. Ini lebih lebar, ya. Tapi bisa ditambahkan tulisan supaya cantik bingkainya. Iya, kan?”

“Iya, Kak. Wah, kenapa kalau ditemani Kak Ima pasti kerjaanku beres. Lain kali bantuin lagi, ya Kak.” Anis tersenyum nakal sebelum cubitan sayang mendarat di pipinya.

 

*Selesai*

No comments:

Post a Comment

Membuat Bingkai Foto

  “Uh, dari tadi kok nggak bisa pas, sih,” Anis menggerutu sambil meremas kertas karton di depannya. “Ada apa sih, Nis. Kok marah-marah send...