Liburan sudah
selesai, besok sudah masuk sekolah. Mia menemani Ibu yang sedang menata meja untuk
alas menyetrika. Seminggu ditinggal mudik, tumpukan pakaian sudah segunung.
Karena butuh seragam yang rapi, mau tidak mau, Ibu harus menyetrika.
Dengan cekatan Ibu menyetrika satu per satu seragam
sekolah Mia. Lalu baju kerja Ayah, lalu seragam Adik. Seragam Mia lagi, baju
Ayah, daster Ibu, lalu celana Adik. Diulang-ulang, agak membosankan. Mia
menguap. Setelah membetulkan posisi duduknya, Mia sekarang mengamati gerakan
tangan Ibu.
“Mulai dari kerahnya, kemudian sisi yang ada sakunya,
kemudian sisi lainnya. Dibalik, dikancingkan, lalu setrika bagian belakangnya.
Kalau sudah licin, dilipat dengan rapi.” Sambil memperhatikan Ibu, Mia bergumam
mengulangi langkah menyetrika yang dilakukan Ibu.
Ibu tersenyum melihat Mia. Sesekali Mia diajari
menyetrika, tapi tetap sambil diawasi, karena terkadang Mia masih meletakkan sisi
panas setrika terlalu lama. Setelah bosan belajar menyetrika, Mia kembali duduk
manis di sebelah Ibu.
Mia mengamati sambil sesekali mengernyitkan dahinya.
“Untuk menyetrika satu baju, kira-kira Ibu membutuhkan waktu 1 menit 30 detik.”
”Oya, sempat juga Mia menghitung,” sahut Ibu.
Mia menjawab sahutan Ibu dengan tersenyum. Dia masih
mengagumi tangan Ibu yang terus bergerak cekatan meski sambil berbicara dan
memandang ke arahnya.
“Oiya, karena nanti jam 4.10 Ibu ada arisan, Ibu harus
selesai menyetrika jam 4.00. Kira-kira Ibu bisa menyelesaikan berapa potong baju?”
tanya Ibu tiba-tiba.
Mia melirik tumpukan pakaian yang menuggu untuk
disetrika, lalu melihat ke arah jam dinding. Jam menunjukkan pukul dua.
“Sekarang jam 2.00. Kalau Ibu hanya bisa menyetrika
sampai jam 4.00, maka Ibu punya waktu 2 jam saja. Karena untuk menyetrika satu
baju kira-kira butuh 1 menit 30 detik, maka…
Waktu menyetrika = 2 jam = 2 x 60 x 60 = 7200 detik.
Satu baju = 1 menit 30 detik = 90 detik.
Maka baju yang mungkin disetrika Ibu = 7200 : 90 = 80
potong baju.” Mia menjelaskan sambil memainkan jari-jari untuk membantunya
berhitung.
“Wah lumayan banyak. Bisa selesai menyetrika hari ini,
nih,” kata Ibu.
“Dengan tangan Ibu yang cekatan pasti bisa, Bu. Mia
bantu sambil nonton Doraemon, ya.” Sambil tersenyum menggoda Mia beranjak
menyalakan televisi.
*Selesai*
No comments:
Post a Comment