Search This Blog

> Belajar Matematika dan Sains Menyenangkan

Friday, February 27, 2026

Membangun Rumah Lebah

 


Pak Bee, seekor lebah pekerja, sedang membangun rumah lebah untuk sang ratu yang akan bertelur. Bersama dengan 19 lebah pekerja lainnya, Pak Bee harus menyelesaikan rumah lebah dalam waktu 30 hari.

Semua lebah pekerja bekerja dengan penuh semangat, mengumpulkan madu dan serbuk sari dari bunga-bunga di sekitar mereka. Mengunyahnya dengan lilin lebah yang dihasilkan kelenjar perutnya. Kemudian membentuknya jadi ruang-ruang heksagonal yang cantik dan nyaman untuk meletakkan telur-telur lebah yang siap menetas.

Semua berjalan sesuai rencana, sampai pada hari ke-12, ketika Pak Bee sedang beristirahat siang, tiba-tiba, kring kring… telepon di kantor Pak Bee berbunyi.

“Halo, Selamat Siang. Ada yang bisa dibantu?” sapa Pak Bee ramah.

“Halo, Pak Bee. Saya Udin, lebah pekerja yang memantau cuaca,” sahut suara di seberang telepon. “Menurut laporan cuaca, hari ini dan 5 hari ke depan akan ada hujan badai dan angin kencang. Para lebah pekerja yang bertugas mengambil serbuk sari kesulitan untuk memanen.”

Memang cuaca sedang tidak menentu, hari ini panas terik, besok hujan deras, kadang ada angin puting beliung. Pak Bee berpikir keras. “Para lebah yang berangkat tadi pagi bagaimana?” tanya Pak Bee.

“Beberapa yang sudah berhasil memanen, ketika pulang kembali kesulitan membawa madu dan serbuk sari. Mereka juga bilang kalau banyak bunga sudah kehilangan serbuk sarinya karena tertiup angin yang mulai kencang,” lapor Udin.

“Baiklah, kita istirahat dulu saja 5 hari ke depan. Setelah itu kita mulai bekerja lagi. Semoga cuaca sudah kembali cerah,” kata Pak Bee sebelum menutup teleponnya.

Keesokan harinya, hujan badai melanda. Angin kencang bertiup menggetarkan rumah-rumah lebah yang baru jadi sepertiganya. Untung saja rumah lebah dibuat dari lilin lebah yang berfungsi memperkuat bangunan lebah yang berbentuk heksagonal. Karena bentuknya juga, rumah lebah bisa menempel dengan pas satu ruang dengan ruang lainnya, sehingga semakin kokoh. Tak goyah meski terkena angin.

Di kantornya, Pak Bee sedang menikmati kopi dan kudapan hangat, ketika Udin bertanya, “Pak, kalau kita istirahat 5 hari, apakah tetap bisa menyelesaikan rumah lebah tepat waktu?”

Pak Bee berpikir sejenak, “Kalau ingin tetap selesai dalam waktu 30 hari, maka kita harus menambah pekerja. Ini adalah sebuah perbandingan terbalik.”

Udin memandang Pak Bee sambil mengerutkan keningnya.

Melihat wajah bingung Udin, Pak Bee mulai menjelaskan, “Rencana awal dengan 20 pekerja bisa selesai dalam 30 hari. Setelah 12 hari bekerja, ternyata pekerjaan harus berhenti selama 5 hari. Berarti nantinya tinggal tersisa 13 hari. Supaya bisa selesai tepat waktu, kita buat perbandingannya:

Setelah 12 hari:

Ø Seharusnya sisa 18 hari dengan 20 pekerja

Ø Tapi karena berhenti 5 hari, tinggal tersisa 13 hari dengan n pekerja.

Maka perhitungan perbandingan terbalik menjadi :

18 x 20 = 13 x n

          n = (18 x 20) : 13

          n = 27, 69 atau mendekati 28 pekerja.

Nah, kalau ditotal dengan saya, jumlah kita sudah 20 pekerja. Jadi, kita hanya perlu menambah 8 pekerja lagi.”

Udin masih mengerutkan keningnya, tapi sekarang sambil mengangguk-anggukkan kepala.

Pak Bee menyeruput sisa kopinya, lalu beranjak mencari jas hujan. “Kalau begitu, sekarang saya akan mulai mencari pekerja tambahan yang bisa mulai bekerja pada hari ke-18,” katanya sambil memakai jas hujannya.

“Hati-hati, Pak. Kalau hujan terlalu deras, berteduh. Kalau angin terlalu kencang, berlindung,” kata Udin sambil melambaikan tangannya.

 

**Selesai**


No comments:

Post a Comment

Membangun Rumah Lebah

  Pak Bee, seekor lebah pekerja, sedang membangun rumah lebah untuk sang ratu yang akan bertelur. Bersama dengan 19 lebah pekerja lainnya, P...