Pak Bee, seekor lebah pekerja, sedang membangun rumah
lebah untuk sang ratu yang akan bertelur. Bersama dengan 19 lebah pekerja lainnya,
Pak Bee harus menyelesaikan rumah lebah dalam waktu 30 hari.
Semua lebah pekerja bekerja dengan penuh semangat,
mengumpulkan madu dan serbuk sari dari bunga-bunga di sekitar mereka.
Mengunyahnya dengan lilin lebah yang dihasilkan kelenjar perutnya. Kemudian
membentuknya jadi ruang-ruang heksagonal yang cantik dan nyaman untuk meletakkan
telur-telur lebah yang siap menetas.
Semua berjalan sesuai rencana, sampai pada hari ke-12,
ketika Pak Bee sedang beristirahat siang, tiba-tiba, kring kring… telepon di
kantor Pak Bee berbunyi.
“Halo, Selamat Siang. Ada yang bisa dibantu?” sapa Pak
Bee ramah.
“Halo, Pak Bee. Saya Udin, lebah pekerja yang memantau
cuaca,” sahut suara di seberang telepon. “Menurut laporan cuaca, hari ini dan 5
hari ke depan akan ada hujan badai dan angin kencang. Para lebah pekerja yang
bertugas mengambil serbuk sari kesulitan untuk memanen.”
Memang cuaca sedang tidak menentu, hari ini panas
terik, besok hujan deras, kadang ada angin puting beliung. Pak Bee berpikir
keras. “Para lebah yang berangkat tadi pagi bagaimana?” tanya Pak Bee.
“Beberapa yang sudah berhasil memanen, ketika pulang
kembali kesulitan membawa madu dan serbuk sari. Mereka juga bilang kalau banyak
bunga sudah kehilangan serbuk sarinya karena tertiup angin yang mulai kencang,”
lapor Udin.
“Baiklah, kita istirahat dulu saja 5 hari ke depan.
Setelah itu kita mulai bekerja lagi. Semoga cuaca sudah kembali cerah,” kata
Pak Bee sebelum menutup teleponnya.
Keesokan harinya, hujan badai melanda. Angin kencang
bertiup menggetarkan rumah-rumah lebah yang baru jadi sepertiganya. Untung saja
rumah lebah dibuat dari lilin lebah yang berfungsi memperkuat bangunan lebah
yang berbentuk heksagonal. Karena bentuknya juga, rumah lebah bisa menempel
dengan pas satu ruang dengan ruang lainnya, sehingga semakin kokoh. Tak goyah
meski terkena angin.
Di kantornya, Pak Bee sedang menikmati kopi dan
kudapan hangat, ketika Udin bertanya, “Pak, kalau kita istirahat 5 hari, apakah
tetap bisa menyelesaikan rumah lebah tepat waktu?”
Pak Bee berpikir sejenak, “Kalau ingin tetap selesai
dalam waktu 30 hari, maka kita harus menambah pekerja. Ini adalah sebuah
perbandingan terbalik.”
Udin memandang Pak Bee sambil mengerutkan keningnya.
Melihat wajah bingung Udin, Pak Bee mulai menjelaskan,
“Rencana awal dengan 20 pekerja bisa selesai dalam 30 hari. Setelah 12 hari
bekerja, ternyata pekerjaan harus berhenti selama 5 hari. Berarti nantinya
tinggal tersisa 13 hari. Supaya bisa selesai tepat waktu, kita buat
perbandingannya:
Setelah 12 hari:
Ø
Seharusnya
sisa 18 hari dengan 20 pekerja
Ø
Tapi
karena berhenti 5 hari, tinggal tersisa 13 hari dengan n pekerja.
Maka perhitungan perbandingan terbalik menjadi :
18 x 20 = 13 x n
n =
(18 x 20) : 13
n =
27, 69 atau mendekati 28 pekerja.
Nah, kalau ditotal dengan saya, jumlah kita sudah 20 pekerja.
Jadi, kita hanya perlu menambah 8 pekerja lagi.”
Udin masih mengerutkan keningnya, tapi sekarang sambil
mengangguk-anggukkan kepala.
Pak Bee menyeruput sisa kopinya, lalu beranjak mencari
jas hujan. “Kalau begitu, sekarang saya akan mulai mencari pekerja tambahan
yang bisa mulai bekerja pada hari ke-18,” katanya sambil memakai jas hujannya.
“Hati-hati, Pak. Kalau hujan terlalu deras, berteduh.
Kalau angin terlalu kencang, berlindung,” kata Udin sambil melambaikan
tangannya.
**Selesai**
No comments:
Post a Comment