Nek Suli suka
membuat kerajinan macrame. Dengan bahan tali kur, Nek Suli membuat
simpul-simpul dari mulai yang sederhana sampai simpul rumit untuk menciptakan
pola dan desain yang cantik dan menarik. Hasil kerajinan macrame Nek Suli
bermacam-macam, mulai dari kantong koin kecil, tempat botol minum, sampai tas dengan
berbagai ukuran.
Karena hasil kerajinan macrame Nek Suli rapi dan
cantik, banyak yang memesan minta dibuatkan.
“Nenek sedang apa? Sibuk sekali kelihatannya,” sapa
Nia ketika melihat neneknya sibuk mencari-cari sesuatu.
Menyadari kedatangan cucu kesayangannya, Nek Suli
berhenti membongkar stok tali kur di lemarinya. “Ada yang memesan tas macrame.
Tapi stok tali dengan warna yang diminta habis.”
“Nia mau ke Toko Satria membeli bahan prakarya untuk
sekolah besok. Kalau Nenek mau, bisa sekalian Nia belikan.” Nia menawarkan
bantuannya.
“Wah, kebetulan sekali,” sahut Nenek berbinar. “Sebentar Nenek hitung dulu, ya. Butuh membeli berapa gulung tali.”
Nia mengikuti Nenek ke meja kerjanya. Nenek mengambil
selembar kertas dan sebuah bolpoin lalu mulai menulis.
“Untuk membuat satu tas bercorak batik butuh dua warna
tali. Kali ini warnanya abu-abu dan biru tua. Nantinya tiap warna akan dipotong
sepanjang 175 cm sebanyak 30 potong.”
Nia ikut mengambil selembar kertas dan pensil.
“Tali warna abu-abu 30 x 175 cm = 5.250 cm. Tali warna
biru tua 30 x 175 cm = 5.250 cm. Lalu satu gulung panjangnya berapa meter,
Nek?” Nia membantu Nenek menghitung tali yang akan dibeli.
“Satu gulung panjangnya 15 meter. Jadi harus beli berapa
gulung?” Nenek bertanya pada Nia.
“Tali warna abu-abu butuh 5250 cm = 52,5 meter. Satu
gulung 15 meter. Jadi 52,5 : 15 = 3,5 gulung tali. Karena tidak boleh membeli
setengah gulung, maka harus membeli 4 gulung.” Nia menjelaskan pada Nenek. “Karena
panjang tali warna biru tua juga jumlahnya sama, maka butuh membeli 4 gulung
juga.”
“Wah, cepat juga hitungan cucu nenek!” tukas Nenek
bangga. “Ini Nenek bawakan uang Rp100.000. Kalau tidak salah harga satu gulung tali
Rp9.000.” Nenek memberikan selembar uang seratus ribuan.
“Oke, Nek. Kalau begitu nanti kembalinya 100.000 – (8
x 9.000) = 100.000 – 72.000 = 28.000. Rp28.000 ya, Nek.” seru Nia sambil
melambaikan tangan di depan pintu.
“Iya betul. Uang kembaliannya boleh untuk membeli es krim.
Jangan lupa belikan Nenek juga, ya!” seru Nenek sambil tertawa.
**Selesai**
No comments:
Post a Comment